UU RI No.28 Tahun 2002

 KUTIPAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 28 TAHUN 2002

TENTANG BANGUNAN GEDUNG

 

Paragraf 2

Persyaratan Keselamatan

Pasal 17 

(1) Persyaratan keselamatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi  bahaya kebakaran dan bahaya petir.

(3) Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya kebakaran melalui sistim proteksi pasif dan / atau proteksi aktif. 

Pasal 19 

(1) Pengamanan terhadap bahaya kebakaran dilakukan dengan sistim proteksi pasif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) meliputi kemampuan stabilitas struktur dan elemennya, konstruksi tahan api, kompertemenisasi dan pemisahan, serta proteksi pada bukaan yang ada untuk menahan dan membatasi kecepatan menjalarnya api dan asap kebakaran.

(2) Pengamanan terhadap bahaya kebakaran dilakukan dengan sistim proteksi aktif sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 17 ayat (3) meliputi kemampuan peralatan dalam mendeteksi dan memadamkan kebakaran, pengendalian asap dan sarana penyelamatan kebakaran. 

 

PENJELASAN PASAL

Pasal 17 ayat (3) 

Sistem proteksi pasif adalah suatu sistim proteksi kebakaran pada bangunan gedung yang berbasis pada desain sturuktur dan arsitektur sehingga bangunan gedung itu sendiri secara struktural stabil dalam waktu tertentu dan dapat menghambat penjalaran api serta panas bila terjadi kebakaran. 

Pasal 19 ayat (1) 

Konsturksi tahan api adalah konstuksi yang unsur sturktur pembentuknya tahan api dan mampu menahan secara struktural terhadap beban muatannya yang dinyatakan dalam tingkat ketahanan api (TKA) elemen bangunan, yang meliputi ketahanan dalam memikul beban, penjalaran api (integritas), dan penjalaran panas (isolasi).

Kompartemenisasi adalah penyekatan ruang dalam luasan maksimum dan / atau volume maksimum ruang sesuai dengan klasifikasi bangunan dan tipe konstruksi tahan api yang diperhitungkan. Dinding penyekat pembentuk kompartemen dimaksudkan untuk melokalisir api dan asap kebakaran, atau mencegah penjalaran panas keruang bersebelahan.

Pemisahan adalah pemisahan vertikal pada bukaan dinding luar, pemisahan oleh dinding tahan api, dan pemisahan pada shaft lift.

 

Unduh UU RI Nomor 28 Tahun 2002